PrEP dan PEP: Apa Bedanya dan Kapan Dibutuhkan?

Membicarakan HIV bukan berarti harus selalu serius dan menakutkan. Justru, semakin banyak kita tahu, semakin banyak pula langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri.

Selain pemeriksaan HIV secara rutin, mungkin kamu pernah mendengar istilah PrEP dan PEP. Keduanya sama-sama berkaitan dengan pencegahan HIV, tetapi digunakan pada kondisi yang berbeda. Lalu, apa bedanya?

PrEP: Perlindungan Sebelum Terpapar HIV

PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) adalah obat yang digunakan oleh orang yang belum terinfeksi HIV dan memiliki kemungkinan terpapar HIV.

Sederhananya, PrEP merupakan salah satu pilihan pencegahan yang dipersiapkan sebelum kemungkinan terjadinya paparan.

PrEP dapat dipertimbangkan oleh orang yang memiliki risiko HIV, misalnya karena pasangan seksualnya hidup dengan HIV atau berada dalam situasi tertentu yang meningkatkan risiko penularan.

Namun, PrEP bukan berarti obat yang bisa diminum sembarangan. Penggunaannya perlu melalui konsultasi dan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan apakah PrEP sesuai dan aman digunakan.

PEP: Tindakan Setelah Kemungkinan Terpapar

Kalau PrEP digunakan sebelum paparan, PEP (Post-Exposure Prophylaxis) digunakan  setelah seseorang mengalami kemungkinan paparan HIV.

PEP dapat menjadi pilihan pencegahan dalam situasi tertentu, seperti:

* Kondom pecah atau terlepas saat berhubungan seksual
* Mengalami hubungan seksual yang berisiko
* Terpapar darah yang berpotensi mengandung HIV
* Berbagi jarum yang berpotensi terkontaminasi

Hal yang paling penting adalah jangan menunda.

PEP sebaiknya dimulai sesegera mungkin dan **tidak boleh dimulai lebih dari 72 jam setelah kemungkinan paparan**. Karena itu, jika kamu merasa mengalami paparan yang berisiko, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat.

Jadi, PrEP atau PEP?

Mudahnya, ingat saja:

PRÉP → sebelum kemungkinan terpapar HIV
PEP → setelah kemungkinan terpapar HIV

Keduanya bukan pengganti pemeriksaan atau langkah pencegahan lainnya. PrEP dan PEP juga tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Penggunaan kondom, pemeriksaan HIV dan IMS, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan seksual.

Jangan Takut untuk Bertanya

Masih bingung apakah kamu membutuhkan PrEP atau PEP? Tidak perlu menebak-nebak sendiri.

Setiap orang memiliki kondisi dan tingkat risiko yang berbeda. Tenaga kesehatan dapat membantu menilai situasi yang kamu alami dan menentukan langkah yang tepat.

Kalau kamu merasa pernah mengalami paparan HIV, jangan menunggu. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama jika kejadiannya masih dalam 72 jam terakhir.

Jaga kesehatan seksualmu dengan informasi yang tepat. Kenali risikonya, lakukan pemeriksaan, dan jangan ragu untuk berkonsultasi.

Klinik Atlantis — tempat aman untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang kamu butuhkan.
Untuk Info & Reservasi Hubungi Whatsapp Klinik Atlantis .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *